Kucing Cacingan, Apa yang Harus PetLovers Lakukan?

Cacingan sangat berpengaruh pada kesehatan kucing. Bahkan kucing cacingan biasanya kehilangan banyak nutrisi dalam tubuhnya dan mengalami diare yang mengakibatkan kucing PetLovers terlihat lesu dan lemas, bahkan kulit dan rambutnya dapat terlihat kusam.

Jadi, yuk pahami bahaya kucing cacingan dengan membaca beberapa informasi berikut.

Jenis-jenis Cacing yang Biasa Menyerang Kucing

Ada 3 golongan cacing yang dapat menyerang kucing kita, yaitu:

1. Nematoda

Salah satu jenis dari cacing Nematoda adalah cacing gelang. Cacing jenis ini beradaptasi dengan hampir setiap ekosistem baik dari laut hingga air tawar, tanah bahkan sampai daerah tropis. Telur cacing jenis ini melewati pencernaan lalu keluar bersama dengan feses (kotoran) kucing dan dapat bertahan hidup berbulan-bulan bahkan bisa bertahun-tahun di dalam tanah. 

2. Cestoda

Cestoda adalah cacing yang berbentuk pipih seperti pita. Semua jenis cacing Cestoda memiliki struktur pipih yang tertutup oleh kutikula (zat lilin). Dengan bentuk seperti ini, wajar jika jenis cacing ini biasa disebut cacing pita.

Jenis cacing satu ini biasa berada di dalam saluran pencernaan. Mereka menempel ke usus. Jika keluar lewat feses, bentuknya menyerupai butiran beras. Cacing pita bisa masuk ke tubuh kucing saat kucing tidak sengaja menelan feses kucing lain yang terinfeksi cacing pita, maupun terbawa dari kutu.

3. Trematoda

Secara umum, cacing ini biasanya disebut dengan cacing isap. Tapi tenang, PetLovers, untuk cacing golongan Trematoda ini sangat jarang ditemukan pada kucing dan lebih sering ditemukan di hewan ternak (sapi).

Tanda-tanda Kucing Cacingan

Ada beberapa hal yang bisa PetLovers jadikan sebagai indikasi bahwa kucing kamu cacingan.
Beberapa tandanya adalah rambut dan kulit yang terlihat kusam, diare bahkan penurunan berat badan, padahal nafsu makan tetap baik. Penurunan berat badan memang bisa disebabkan banyak hal. Untuk itu, jika kucing PetLovers terindikasi cacingan, langsung konsultasikan masalah tersebut dengan dokter hewan.

Tanda-tanda lainnya juga bisa diperhatikan dari kebiasaan kucing yang menjilati atau membersihkan area anusnya. Kebiasaan menjilati atau membersihkan area anus yang terlalu berlebihan bisa mengindikasikan bahwa kucing PetLovers cacingan karena rasa tidak nyaman pada area anus akibat cacing. Selain kebiasaan tersebut, PetLovers juga bisa melihat area sekitar anus, jika ada benda berwarna putih seukuran biji beras, kemungkinan kucing PetLovers cacingan juga. Karena butiran berwarna putih tersebut adalah potongan segmen dari cacing yang menyerang saluran pencernaan kucing PetLovers.
Kucing membersihkan anusnya - Kucing cacingan

Ilustrasi kucing saat membersihkan bagian anusnya.

Cara Mencegah Agar Kucing Tidak Cacingan

Cara terbaik untuk melakukan pencegahan adalah dengan perawatan rutin sejak kucing masih ada di periode satu tahun pertama. Biasanya usia 3 bulan anak kucing sudah bisa diberikan obat cacing untuk pencegahan. Tapi, lebih baik PetLovers langsung konsultasikan dengan dokter hewan kapan sebaiknya memberikan obat cacing untuk pencegahan. 

Setelah mereka dewasa, langkah pencegahan ini bisa dilakukan setiap tiga hingga enam bulan sekali. Jadi, selalu rajin konsultasi dengan dokter hewan agar kucing PetLovers bebas dari cacing.

Untuk memastikan kucing PetLovers selalu sehat, selain melakukan perawatan di atas (untuk mencegah cacing pada kucing), penting juga memerhatikan kebutuhan nutrisi mereka. Untuk kucing dewasa, Petlovers bisa memberikan Pro Plan Adult untuk memenuhi kebutuhan nutrisi hariannya. Klik link di sini untuk melihat rekomendasi makanan terbaik sesuai kebutuhan kucing.
Pro Plan Hair Ball