7 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mengadopsi Kitten

Untuk kamu yang baru berkeinginan untuk memelihara kitten di rumah, ada dua cara yang bisa ditempuh yaitu membeli atau mengadopsi. Tentu saja, membeli dengan mengadopsi kitten berbeda. Kalau ada teman yang menawari untuk mengadopsi kitten miliknya, mungkin kamu bisa memperhatikan beberapa hal ini sebelum mengadopsi anak kucing tersebut. Yuk simak baik-baik!

Pertimbangkan kemampuan diri sendiri

Kamu yang ingin mengadopsi kitten cobalah kembali untuk mempertimbangkan kemampuan diri sendiri dalam merawat dan membiayai kitten tersebut di rumah. Sekalipun kitten merupakan jenis binatang yang cukup mandiri, kamu tetap harus meluangkan waktu untuk memperhatikan kesehatan dan mengajaknya bermain. Jangan lupa untuk memperhatikan cara memandikan kitten dengan baik serta memeriksakan kesehatan kitten ke klinik hewan terdekat secara rutin.

Kenali jenis kitten

Ada baiknya jika kamu lebih dulu mengenali jenis kitten yang hendak diadopsi. Hal ini berperan penting sebab masing-masing kitten membutuhkan perawatan yang berbeda. Misalnya, kitten jenis Persia yang memiliki longhair tentu berbeda dengan jenis Anggora dengan short hair yang dimiliki. Cara mengenali jenis kitten yang baik akan membantu kamu dalam menyesuaikan bujet yang dimiliki untuk membeli makanan kucing, perawatan, vaksin, dan kunjungan ke dokter.

Perhitungkan usia kitten

Saat mengadopsi kitten perhitungkan juga usianya. Umumnya, kitten bisa diadopsi setelah berusia 3 sampai 6 bulan ke atas. Hal ini penting untuk diperhatikan karena kitten juga butuh menyusu langsung dari induknya sekalipun kamu bisa memberikan susu formula khusus kucing. Tak hanya itu, kamu tentu harus berkomitmen untuk merawat kitten tersebut hingga dewasa kelak. Setidaknya kucing berusia 10 – 15 tahun bergantung jenis kucing yang kamu adopsi.

Selektif dalam memilih makanan kucing

Mengingat kitten masih berukuran sangat kecil, sehingga ia memerlukan asupan makanan yang bisa memenuhi nutrisi dalam pertumbuhannya. Pilih PRO PLAN Kitten yang diformulasikan secara khusus untuk perkembangan anak kucing yang sehat sejak usia 6 minggu hingga 1 tahun. Kandungan colostrum di dalam makanan ini terbukti membantu kitten mengembangkan respons kekebalan yang lebih kuat dan lebih cepat.

Perhatikan kebutuhan groomingnya

Sama seperti anak kecil pada umumnya, kitten juga belum bisa kencing dan buang air besar di tempat yang sudah kamu sediakan. Tak heran kalau kitten mudah bau apabila kamu tidak rutin membersihkannya. Pastikan kamu mempelajari dengan benar cara memandikan kitten agar bebas bau dan bersih sehingga tidak mudah terserang kuman penyakit yang justru membahayakan kesehatan kitten itu sendiri.

Kitten terbiasa untuk mencakar

Satu hal yang tidak boleh dilupakan, kitten juga memiliki kuku yang sering kali dipakai untuk mencakar. Sebaiknya jauhkan kitten kesayangan kamu dari sofa, tempat tidur, serta furnitur lain yang rawan terkena cakaran kucing. Untuk itu, sebaiknya rutin memotong kuku kitten sebelum melukai dirimu sendiri dan merusak perabot yang ada di dalam rumah.

Siapkan kandang yang aman dan nyaman

Nah, jangan lupa kamu juga harus menyiapkan kandang bagi si kitten seaman dan senyaman mungkin untuk membuatnya betah tinggal di sana. Tenang saja, kitten tetap bisa hidup di dalam kandang yang minimalis sekalipun asal tempat tersebut nyaman dan aman bagi dirinya. Pastikan keamanan dan juga semua hal yang dibutuhkan kitten terpenuhi.

 

Sebagai makhluk hidup kitten butuh disayangi dan diperhatikan. Jadi, apakah kamu sudah 100% siap untuk mengadopsi kitten?