10 Pertanyaan Tentang Kesehatan Kucing

10 Pertanyaan Tentang Kesehatan Kucing

10: Normalkah bagi kucing untuk menandai wilayahnya?

  • Terkadang, kucing adalah makhluk yang paling teritorial di muka bumi ini. Setiap kali kucing menggosokkan wajahnya kepada Anda, sebenarnya dia sedang menandai dengan menggunakan aromanya. Ini caranya untuk berkata "jangan dekat-dekat - yang ini milikku."
  • Dalam hal penandaan wilayah kucing rumah, masalah yang terbesar bagi sang pemilik adalah spraying (penandaan wilayah dengan urin), dan inilah kebiasaan kucing jantan yang kurang menyenangkan - mereka kencing di tirai, perabotan, dan barang-barang rumah lainnya. Spraying memiliki perbedaan dengan pengeluaran urin yang bersifat fisiologis. Ketika kucing melakukan spraying, ini adalah tanda untuk "jangan mendekat" bagi hewan-hewan lain.
  • Spraying umum dilakukan oleh kucing yang hidup dalam rumah dengan beberapa kucing, atau bagi kucing yang sedang stres. Jika kucing Anda melakukan spraying, bersihkan dengan saksama area yang 'ditandai' tersebut dengan produk yang bersifat menetralkan bau. Anda juga harus berusaha sebaik mungkin agar lingkungan kucing tetap bebas stres.
  • Ketika membersihkan bekas spraying kucing menggunakan produk pembersih rumah tangga, hindari produk yang berbasis amonia. Amonia memiliki aroma seperti urin, dan ini bisa menyebabkan kucing melakukan spraying lebih banyak untuk menutupi aroma tersebut.

 

9: Suntikan apa yang direkomendasikan untuk kucing?

  • Vaksin penting untuk kucing domestik, baik yang hidup di dalam maupun di luar ruangan. Namun, terkadang vaksin apa yang harus diberikan untuk kucing kesayangan Anda tidak jelas. Menurut Cornell University College of Veterinary Medicine, tipe suntikan yang dibutuhkan kucing bergantung pada beberapa faktor, ini termasuk apakah dia sering berkelana keluar, usianya, dan kesehatannya secara keseluruhan.
  • Umumnya semua kucing harus divaksinasi untuk mencegah distemper kucing, virus herpes kucing, dan rabies. Kucing yang berada di luar rumah membutuhkan vaksin tambahan untuk beberapa penyakit lain, seperti virus imunodefisiensi kucing dan virus leukemia kucing, ini adalah virus pembunuh kucing nomor satu. Setiap vaksin ini dapat diberikan sesuai jadwal tertentu, bergantung pada usia hewan piaraan Anda. Ketika akan melakukan pemeriksaan ke dokter hewan, bersiaplah untuk membicarakan lingkungan, gaya hidup, dan riwayat medis kucing, karena semua ini akan menjadi faktor penentu keputusan akan kebutuhan vaksinasi.
  • Setelah vaksinasi, kucing Anda mungkin akan bersembunyi di tempat favoritnya selama satu atau dua hari. Ini adalah perilaku normal. Namun jika setelah 48 jam perilakunya tidak kembali normal, beritahukan kepada dokter hewan Anda tentang masalah ini.

 

8: Bagaimana jika hidung kucing Anda berair?

  • Hidung kucing dapat menjadi berair karena berbagai alasan, misalnya alergi, kutu hidung, infeksi, influenza, dan semuanya ini adalah kondisi yang dapat diobati. Semua ini akan menyebabkan kucing mengeluarkan cairan dari lubang hidungnya.
  • Jika kucing Anda mengeluarkan cairan hanya dari satu lubang hidung, berarti ada sesuatu di saluran hidungnya yang menimbulkan iritasi dan menyebabkan cairan keluar. Ini dapat berupa rumput, debu, atau serbuk sari yang tersangkut dalam hidung kucing. Jika ini yang terjadi, seringkali masalahnya akan menghilang dengan sendirinya.
  • Menurut Washington State University's College of Veterinary Medicine, keluaran cairan dari satu lubang hidung kucing dapat mengindikasikan tumor hidung, terutama jika cairan disertai dengan darah. Jika Anda melihat adanya gejala ini, konsultasikan ke dokter hewan secepat mungkin.
  • Sumbing pada anak kucing yang masih menyusui dapat menyebabkan air susu masuk ke dalam hidung. Kondisi ini dapat ditangani, terutama jika sumbingnya kecil.

 

7: Apa yang menyebabkan kerontokan bulu kucing?

  • Para pemilik kucing yang sudah berpengalaman tahu bahwa kerontokan bulu kucing adalah normal, dan ini akan tampak dari perabot rumah mereka yang penuh dengan bulu kucing. Namun, jika bulu kucing rontok secara berlebihan atau hingga menyebabkan kebotakan, ini tidaklah normal, terutama jika disertai dengan peradangan kulit.
  • Kerontokan bulu pada kucing sering disebabkan karena mereka menggaruk berlebihan akibat adanya kutu, alergi, atau iritan kulit lain. Hipertiroidisme adalah penyebab lain dari kerontokan bulu kucing, terutama pada kucing yang lebih tua usianya. Setelah kondisi penyebabnya ditangani, kerontokan akan berhenti.
  • Dalam beberapa kasus, kerontokan bulu kucing bersinggungan dengan perubahan lingkungan mereka. Grooming yang berlebihan akibat stres juga dapat menyebabkan kerontokan bulu. Apa pun penyebabnya, jika masalahnya terus ada, konsultasikanlah kepada dokter hewan Anda.
  • Seperti halnya bulu, kumis kucing juga rontok secara berkala, untuk kemudian tumbuh kembali. Namun jangan pernah memotongnya. Kumis kucing memiliki fungsi penting, dan ini membantu mereka untuk bernavigasi di lingkungannya.

 

6: Bagaimana jika kucing sering muntah?

  • Melihat kucing muntah dapat membuat Anda khawatir. Namun jangan khawatir -- muntah adalah hal yang umum dan biasanya tidak penting untuk kucing. Hewan-hewan lucu yang selalu ingin tahu ini seringkali melahap "camilan" yang kurang enak, dan muntah adalah cara alamiah untuk menyingkirkan hasil santapan yang tidak enak tersebut. Muntah juga dapat disebabkan oleh adanya hair ball, dan ini adalah produk sampingan normal akibat kebiasaan grooming mereka.
  • Penyebab muntah yang lebih serius antara lain infeksi virus, gangguan usus, penyakit ginjal, penyakit saluran pencernaan, dan berbagai tipe kanker. Dalam banyak kasus, muntah-muntah yang berlangsung kurang dari beberapa hari sebenarnya tidak butuh penanganan, walaupun mungkin akan lebih baik jika kamu tidak memberinya makan selama 24 jam. Namun jika kucing muntah-muntah selama lebih dari 48 jam dan terdapat darah dalam muntahnya, segera hubungi dokter hewan.
  • Untuk mengendalikan hair ball, cobalah menyisir kucing secara berkala. Ini akan mengendalikan hair ball dan membina ikatan antara Anda berdua.

 

5: Mengapa kucing menolak makan dan minum?

  • Hewan piaraan yang menolak makan dan minum pasti membuat Anda gelisah, dan ini wajar karena tidak banyak hewan yang dapat bertahan tanpa kebutuhan dasar ini. Namun ingatlah bahwa kucing adalah makhluk yang suka pilih-pilih. Mengganti makanan atau rutin pemberian makan dapat membuat mereka menolak makan dan minum selama beberapa saat. Kucing juga dapat melakukan mogok makan singkat akibat adanya stres dari lingkungan, misalnya jika ada tamu di rumah Anda. Jika ini masalahnya, Anda tidak perlu khawatir. Hewan kesayangan yang berbulu ini akan makan lagi nanti.
  • Namun ada beberapa jenis penyakit yang juga dapat menyebabkan hewan tidak mau makan dan minum, di antaranya infeksi gigi dan penyakit usus. Jika kucing tidak mau makan dan minum selama lebih dari 48 jam, segera hubungi dokter hewan.

 

4: Apa yang menyebabkan berat badan kucing turun?

  • Saat ini banyak sekali hewan piaraan yang gemuk, karena para pemiliknya selalu memberi makan berlebihan dan kurang "mengolahragakan" para hewan berkaki empat ini. Hewan-hewan ini bisa diberi program penurunan berat badan. Namun, hilangnya berat badan hewan yang tidak sedang menjalani diet bukanlah merupakan hal yang harus dikhawatirkan.
  • Beberapa penyebab paling umum dari hilangnya berat badan kucing adalah parasit usus, misalnya akibat cacing gelang, cacing tambang, atau cacing pita. Untungnya kondisi ini mudah diobati -- satu atau dua dosis pengobatan biasanya akan membereskan masalahnya.
  • Penyebab potensial yang lebih serius untuk hilangnya berat badan kucing adalah kanker, hipertiroidisme, penyakit ginjal, dan infeksi gigi. Apa pun penyebabnya, jika kucing Anda mengalami penurunan berat badan dengan akibat yang tidak jelas, dia harus segera dibawa ke dokter hewan.
  • Parasit usus adalah penyakit paling umum pada kucing, dengan rasio infeksi hingga 45 persen, demikian menurut Cornell University College of Veterinary Medicine. Cara terbaik untuk menghindari infeksi berulang adalah untuk membersihkan kotoran dari kotak pasir kucing setiap hari, dan membersihkannya secara berkala menggunakan larutan pemutih.

 

3: Haruskah khawatir jika kucing kena diare?

  • Walaupun tidak menyenangkan, diare memiliki fungsi sangat penting bagi semua hewan, dan tidak terkecuali bagi kucing. Ini adalah cara alami untuk menyingkirkan apa pun dalam saluran pencernaan yang dapat menyebabkan penyakit. Normal bagi kucing untuk sekali-sekali mengalami diare, dan biasanya masalah ini tidak berlangsung lama.
  • Namun terkadang diare mengindikasikan kondisi yang lebih serius bagi kucing, misalnya infeksi usus atau tumor. Jika diare kucing Anda berlangsung lebih dari 48 jam, ditambah dengan darah atau disertai muntah dan demam, segera konsultasikan ke dokter hewan. Anda juga harus menemui dokter hewan jika kucing menunjukkan tanda-tanda dehidrasi, dan ini termasuk mata yang cekung, perilaku lesu, serta mulut dan hidung yang kering.
  • Seekor kucing yang mengalami diare bisa menolak untuk makan dan minum selama diare masih ada. Namun dehidrasi bisa menjadi masalah serius bagi kucing. Jika hewan piaraan Anda mengalami diare, doronglah dia untuk minum setidaknya sedikit air.

 

2: Bagaimana Anda tahu bahwa kucing terlalu gemuk?

  • Untuk mengetahui apa kucing Anda fit atau gemuk, tanyalah pertanyaan ini kepada diri sendiri:
  • - Apakah ada lapisan tipis lemak di atas tulang rusuk dan ekornya?
  • - Jika dilihat dari atas, apakah garis pinggang si kucing menyempit di belakang rusuk?
  • - Jika dilihat dari samping, apakah perut si kucing naik ke arah atas, tepat di belakang rusuk?
  • Jika jawabannya adalah "tidak" untuk satu atau beberapa pertanyaan ini, kemungkinannya memang kucing Anda terlalu gemuk.
  • Untuk mempertahankan berat badan sehat bagi hewan piaraan, berikan makanan yang sesuai untuk tahapan hidupnya, dan sesuai bagi masalah kesehatan yang mungkin dimilikinya. Anda juga harus memberinya makan sesuai dengan instruksi dari dokter hewan. Pemberian makan secara berlebihan adalah penyebab utama kegemukan kucing, dan ini dapat memperpendek usianya.
  • Cara terbaik untuk membantu kucing menurunkan berat badan adalah dengan mengajaknya bermain. Anda tidak perlu membeli mainan kucing yang mahal -- gumpalan kertas yang dilempar kesana kemari cukup untuk membuat si hewan bergerak dan bermain.

 

1: Bagaimana jika kucing mengalami kejang?

  • Kejang adalah sentakan saraf yang tidak terkendali dalam otak. Dalam kasus-kasus ringan, kejang dapat menyebabkan kucing Anda berhenti sesaat dengan mata seolah menerawang. Dalam kasus yang lebih parah, kejang dapat menyebabkan kucing terbaring di lantai, bergerak mengejut tidak menentu, dan kencing serta mengeluarkan kotoran tanpa terkendali. Episode ini dapat berlangsung selama beberapa menit atau lebih, dan biasanya, setelahnya mereka akan seolah kehilangan arah. Ini adalah masalah kesehatan kucing yang paling sulit bagi seorang pemilik kucing.
  • Kejang dapat disebabkan oleh banyak faktor, termasuk infeksi, hipoglikemia, penyakit ginjal, tumor, paparan terhadap racun, dan epilepsi. Jika kucing Anda mengalami kejang, segera temui dokter hewan. Setelah dokter menentukan penyebab kejang, seringkali penyakit ini dapat disembuhkan.