Memberi Kehidupan Kedua

Memberi Kehidupan Kedua

Oleh Alberthiene Endah

Menolong anjing terlantar atau teraniaya, tak hanya membawa makna yang berarti dalam hidup. Proses perkembangan anjing pun menciptakan kebahagiaan tersendiri. Mari, ubah rasa iba menjadi kehendak untuk berbuat. Sodorkan tangan kita untuk menolong mereka!

 

Tak pernah terbayangkan dalam hidup saya, suatu saat kedua tangan saya akan menyentuh tubuh anjing yang mengenaskan, kotor, terluka, kurus, bau, dan berbagai kondisi yang yang identik dengan anjing terbuang. Lebih tak terbayangkan bahwa hari-hari saya kemudian juga lekat dengan perawatan anjing-anjing terlantar. Melewati menit demi menit proses perkembangan mereka. Menyaksikan bagaimana luka mengering, tubuh kurus mengembang sehat, kulit rusak menumbuhkan bulu, dan wajah ketakutan mengalirkan senyum. Pengalaman yang sangat melembabkan batin. Saya tak merasakan kehidupan yang kering.

Ya, dulu saya sama seperti kebanyakan orang lainnya. Saya pada hewan, mencintai anjing, tapi hanya bisa terpaku dan memalingkan wajah ketika melihat pemandangan mengenaskan. Anjing terluka di jalan. Atau anjing berjalan lesu di bawah terik matahari di jalan tol setelah seseorang membuangnya. Saya, saat itu, selalu mengecilkan kemampuan diri saya. Ah, apa yang bisa saya buat. Saya tidak akan sanggup. Pasti ada tangan lain yang akan menolong mereka. Entah berapa banyak pemandangan mengenaskan di depan mata saya dulu yang kemudian menguap menjadi sekumpulan kenangan yang terlupakan, terlindas oleh waktu.

Tapi kemudian saya berubah. Pergaulan saya dengan banyak sosok pemerhati dan penyelamat satwa, termasuk para dokter hewan, membuat saya kemudian dekat dengan berbagai aktivitas penyelamatan satwa, khususnya anjing. Rasa iba yang memang sejak dulu sudah bercokol di diri saya menemukan jembatannya. Saya bisa mengubah itu menjadi kehendak untuk berbuat konkrit. Dan perasaan mampu menolong ternyata menciptakan sensasi bahagia yang luar biasa!

Sudah ada beberapa anjing terlantar yang saya adopsi. Salah satunya bahkan kami angkat sendiri dari jalanan. Saya ingin berbagi sedikit tentang pertolongan pada anjing terlantar yang benar-benar mengubah hidup saya.

 

Hidup terasa sejuk, lembab, kenyal

Saya sibuk. Bertumpuk deadline. Tentu saja ada penghasilan. Saya sangat menghargai waktu dan selalu berpikir bahwa di setiap menit saya bisa menciptakan uang dari kesibukan saya. Itu dulu. Ada saatnya kemudian saya letih dan menemukan ruang yang hening saat saya diam. Kosong. Rasanya kosong. Kemudian seperti kebanyakan orang pula saya mengartikan “kosong” itu sebagai kebosanan yang menyiksa. Jemu yang harus dibunuh segera. Saya mencari penghiburan, yang harus dibayar uang tentu saja. Liburan, belanja, berlama-lama di kafe. Lalu pulang ke apartemen untuk menyongsong kesibukan lagi. Begitu setiap hari.

Ketika saya pindah rumah ke kawasan sejuk Ciganjur dan memiliki anjing, Bruno the husky, segalanya berubah. Anjing memiliki keajaiban yang lebih dari sekadar lucu dan menarik. Bruno dengan cepat mencuri hati saya dan merampoknya tanpa dikembalikan lagi. Setiap hari saya menemukan sesuatu yang menarik darinya. Saya rasa benar kata orang yang mengatakan bahwa seseorang yang tidak sempat memelihara anjing dalam hidupnya, maka ia telah melewatkan satu bagian paling indah di dalam hidup. Dogs are amazing.

Anjing saya bertambah, dan akhirnya menjadi 8. Bruno saya beli dari sebuah petshop, Karin dan Elmo the beagles saya adopsi, Shiloh the beagle juga saya adopsi. Mochito the Pomeranian saya adopsi dari sahabat, Loco the Alaskan Malamute juga saya adopsi dari sahabat. Rainbow the Chow-Chow, saya rescue, juga Max the Golden.

Tak ada lagi “ruang kosong”. Anjing membuat hidup saya terisi. Mereka menyempurnakan rupa hidup yang telah diberikan Tuhan pada saya. Saya tetap seorang pekerja keras, tapi saya menemukan arti yang indah dari kerja keras itu. Yakni mengalirkan kasih. Ya, percuma kerja kerasmu kalau itu membuat hidupmu semakin keras. Kasih pada sesama, pada satwa membuat hidup terasa lembab, lentur, kenyal, sejuk. Kita akan merasakan bangun pagi dan pergi tidur yang berbeda. Sebab kita tahu keberadaan kita memiliki makna.

 

Beranikan menolong

Apa yang saya pikirkan saat muncul keberanian menolong anjing? Berpikir bahwa saya mampu. Saya mampu memberi makan pada diri sendiri, mampu menjamin hari esok untuk diri saya. Anjing-anjing terlantar itu mengandalkan keberuntungan (yang tak tentu) setiap hari. Dan banyak dari mereka berada dalam cengkraman rasa sakit yang pelan-pelan akan berubah jadi maut jika tidak lekas ditolong. Itulah yang kemudian mendorong saya menolong Rainbow dan Max. Rainbow dibuang seseorang begitu saja di kawasan Meruya, Jakarta Barat. Dan Max adalah anjing tak beruntung yang diikat selama lebih dari setahun tanpa atap dan tanpa makanan memadai. Saat ditolong tubuhnya tinggal tulang berbalut kulit dan kondisi yang sangat menyedihkan.

Memang tak mudah untuk memutuskan menolong anjing terlantar lalu mengadopsinya pula. Karena realitasnya juga tak mudah. Tapi itu bukanlah suatu tembok yang sulit didobrak. Saya bisa mengatakan bahwa yang bisa mengalahkan segala ketakutan dan keraguan itu adalah iba yang menyublim jadi cinta. Ketika feel itu sudah meresap, kita bahkan akan sulit melepas anjing itu lagi.

Ini langkah-langkah yang bisa saya share, bagi siapa pun yang ingin menolong atau menyelamatkan anjing dan mengadopsinya.

  1. Lakukan penyelamatan yang baik

Jika medan terlalu sulit, atau pertolongan memerlukan negosiasi yang rumit dengan orang-orang yang menahan anjing ini, minta bantuan organisasi resmi penyelamat satwa. Saya selalu meminta bantuan Jakarta Animal Aid Network atau JAAN. Dengan tim penyelamat yang baik, anjing bisa dievakuasi dengan cara yang layak, manusiawi, tepat, dan aman. Jika hendak menyelamatkan sendiri, selalu sediakan kandang atau sudut nyaman dalam mobil. Kandang atau kennelbox sangat berguna untuk mengamankan anjing dari kemungkinan buruk di dalam mobil seperti berontak. Juga, agar anjing tenang.

  1. Segera bawa ke Klinik Hewan

Mata kita kadang tak cukup untuk menganalisa keadaan anjing. Sekilas kita bisa saja hanya melihatnya terluka kecil atau kondisi kulitnya buruk. Tapi pemeriksaan medis bisa melihat lebih banyak dari yang kita duga. Sakit kulit yang fatal dan berpotensi menjadi infeksi akut, adanya virus-virus berbahaya, atau luka yang sebetulnya sangat parah. Kutu yang sangat parah biasanya juga menciptakan ketakutan tersendiri. Jangan kawatir, selalu ada penanganannya. Dokter hewan yang baik akan memberi pengobatan yang tepat. Kadang anjing perlu dirawat inap terlebih dulu, tapi sering juga mereka langsung bisa dibawa pulang.

  1. Pisahkan dulu dengan anjing di rumah

Jika di rumah telah ada anjing, pisahkan dulu dengan anjing yang baru saja diselamatkan. Selain membutuhkan tahapan penyesuaian, kadang anjing baru juga masih bisa menularkan penyakit. Akan lebih baik bila dipisahkan ruangannya, dan bertemu kira-kira seminggu setelah dokter menyatakan aman untuk digabung. Sampai di sini, masih butuh ketelatenan untuk menggabungkan anjing dan menciptakan kerukunan. Awalnya sulit, tapi terbukti 8 anjing saya hidup damai walau berbeda jenis dan size. Kuncinya, kita tenang dan selalu tahu penyebab keributan. Penyebab keributan bisa dipicu dari makanan, mainan, atau perebutan suatu benda. Bahkan juga, berebut perhatian.

  1. Jangan panik melihat kondisi anjing

Anjing yang terbuang atau teraniaya biasanya ada dalam kondisi yang sangat buruk. Fisiknya akhirnya terlihat mengerikan. Sangat kurus, kulit rusak, dan berbagai tampilan menyedihkan lainnya. Jangan panik! Sejak detik pertama kita menolongnya, hidupnya akan berubah. Jadikan itu semangat agar kita bisa menciptakan perkembangan baik dari hari ke hari. Kebanyakan anjing akan memperlihatkan perubahan signifikan setelah menyantap makanan baik. Berkonsultasilah dengan dokter karena ada anjing-anjing terlantar tertentu yang pencernaannya telah menjadi sensitif. Saya selalu menyediakan dogfood khusus untuk bayi yang lembut, ayam rebus, hati sapi rebus, dan air matang yang segar. Saya berikan sedikit demi sedikit tapi cukup sering. Bisa tiga sampai empat kali sehari di minggu-minggu pertama. Makanan yang baik dan pengobatan yang tepat akan membawa keajaiban. Lihatlah dalam tempo dua minggu, anjing akan berubah segar dan sehat.

  1. Telaten, telaten, dan telaten

Anjing terbuang atau teraniaya yang baru diselamatkan membutuhkan perhatian ekstra dan rutin. Sediakan waktu dan perhatian untuk mempercepat kepulihannya. Dalam sehari luangkan beberapa kali waktu untuk melihat keadaannya. Lebih baik lagi menemaninya dan melakukan hal-hal yang akan membuatnya nyaman, seperti memijit perlahan, mengelus, membersihkan tubuhnya.

  1. Siapkan mental

Menerima mahluk baru, apalagi dalam kondisi menyedihkan, membutuhkan persiapan mental khusus. Pastikan seisi rumah telah siap untuk menerima kehadiran anjing dengan segala dampaknya. Suara gonggongan, budaya pup, makan, main, dan sebagainya. Ini akan membawa perubahan suasana pada rumah. Biasanya pada minggu pertama akan terjadi culture shock. Penghuni rumah merasa letih, repot, terganggu. Bertahanlah untuk sabar dan survive. Jika dua minggu telah lewat, kita akan terbiasa dan bahkan akan terus jatuh hati pada si anjing. Selalu diingat bahwa ketika kita mulai menolong seekor anjing, maka “daya” diri kita juga akan ditingkatkan secara alami oleh Tuhan. Yang penting tekad dan ketulusan.