Dengan ASK THE EXPERT

konsultasikan langsung masalah seputar kesehatan anjing dan kucing kesayangan

Apakah Proplan Kitten bisa merusak liver kucing dewasa ?

Dok, permisi tanya..kucing saya ada 4 ekor, sejak lahir sy beri mereka Proplan Kitten sampai sekarang Feb 2019 (umur 5 thn, umur 4 thn dan umur 3 thn ). Tgl 1 Feb  kucing saya yg umur 4 thn tiba2 drop 3 hari dan meninggal , waktu di opname dan di test darah , ternyata SGOT dan SGPT nya 1600 plus anemia parah. Menurut dokter klinik , kerusakan hatinya di sebabkan oleh makanan Proplan Kitten yg terlalu tinggi protein nya..apakah benar begitu dok ?...dan kalau benar sebaiknya saya ganti ke Proplan apa ?, soalnya sy sudah coba Proplan Adult Salmon, kucingnya ngk doyan makan krn bau plastik dan beolnya jg jadi lembek..Terima kasih sblmnya..

Tambahan : Apakah Proplan Adult Chicken bau nya seperti Proplan Kitten ?, bagaimana dgn Proplan Housecat ?..bgs yg mana ya ?

Dijawab Oleh: drh. Lynn

  • Terkait Liver

Pertanyaan terkait kucing Anda yang meninggal sulit dijawab karena saya tidak memiliki informasi yang cukup mengenai keadaan kucing Anda sebelum dan selama sakit, khususnya pemeriksaan fisik yang lengkap. SGOT (AST) dan SGPT (ALT) memang merupakan enzim yang dijadikan sebagai parameter untuk mengetahui fungsi kerja hati. Peningkatan parameter tersebut paling umum dikaitkan dengan kerusakan pada organ hati, walaupun ada penyebab-penyebab lain yang bisa menyebabkan peningkatan parameter tersebut seperti diabetes, hyperthyroid, kerusakan otot, serta konsumsi obat-obatan tertentu.

Gangguan pada hati dapat disebabkan oleh banyak faktor, antara lain oleh infeksi (bakteri, virus, jamur, protozoa, parasit), toksin dan obat-obatan, proses inflamasi, dan berkurangnya suplai darah ke hati. Jadi dapat dilihat dari sini, bahwa peningkatan parameter hati (SGOT/SGPT) tidak serta merta hanya 1 penyebabnya. Anamnesa, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan laboratorium yang lengkap dapat membantu mengerucutkan kemungkinan penyebab peningkatan nilai SGOT dan SGPT. Tanpa data tersebut saya tidak dapat menyebutkan penyebab peningkatan parameter hati secara pasti, dan apakah hal tersebut memang merupakan penyebab kematiannya. Data lain seperti nilai glukosa darah, fungsi kerja ginjal (BUN, creatinine), kadar protein darah, serta kadar elektrolit darah merupakan data penting dalam membantu mengerucutkan diagnosa pada kasus ini.

Bagi saya, apabila kucing Anda meninggal setelah drop selama 3 hari (sebelumnya baik-baik saja, tidak ada masalah sama sekali; makan normal, aktif), saya justru lebih curiga ke arah penyebab kematian yang akut seperti infeksi/keracunan.

 

  • Terkait pakan

Saran yang dapat saya berikan adalah: berikan kucing Anda pakan sesuai dengan kebutuhan mereka. Pakan hewan dibuat sedemikian rupa agar dapat memenuhi asupan nutrisi hewan sesuai dengan usia/ras/kebutuhannya. Beberapa kucing memang lebih suka memilih-milih pakan mereka (terkadang bukan hanya karena rasa tapi juga karena tekstur, bentuk, dan warna yang berbeda). Coba lakukan hal ini untuk membuat kucing-kucing dewasa Anda (>1 tahun) terbiasa dengan pakan adult: pertama-tama, campurkan 1/4 bagian pakan adult dengan 3/4 bagian pakan kitten. Berikan campuran ini selama beberapa hari agar kucing Anda terbiasa dengan bau, tekstur, dan rasa pakan adult. Setelah itu, ubah campurannya menjadi ½ - ½; ½ bagian pakan adult dan ½ bagian pakan kitten. Setelah beberapa hari, ubah kembali campurannya menjadi ¼ bagian pakan kitten dan ¾ bagian pakan adult. Harapannya adalah setelah kurang lebih 7-10 hari, kucing dewasa Anda sudah terbiasa dengan pakan adult.

Jangan lupa, observasi kucing Anda selama setidaknya 2 bulan setelah pergantian pakan untuk melihat respon tubuh mereka terhadap pakan baru tersebut. Poin yang perlu diamati antara lain: berat badan ideal tetap terjaga, kulit dan rambut yang sehat, dan kualitas feses yang baik.

Tanya Ahli dengan drh. Lynn